February 26, 2010

Brown is Chocolate

Hidup itu coklat
Saya mengatakan kalau hidup saya itu coklat. Mengapa? Karena coklat itu didapat dari campuran beberapa warna. Merah, kuning, dan biru. Merah yang dapat saya artikan dalam hidup saya adalah bagian hidup saya yang menjelaskan diri saya sendiri. Sedangkan, kuning merupakan berbagai macam emosi yang ada dalam hidup saya. Yang terkahir, biru merupakan lika-liku dan proses yang saya jalani dalam hidup saya. Nah, kalau digabungkan akan menjadi warna coklat yang menyusun kesatuan yang saya jalani dari lahir hingga saya tiada nanti. Seorang guru pun pernah berkata pada saya kalau coklat itu sebenarnya pahit tapi terasa berbeda setelah diberi perasa. Kalau saya umpamakan dalam hidup saya, hidup saya sering dilanda masalah yang bermacam-macam dan kadang terasa pahit kalau saya tidak berhasil mencari jalan keluarnya. Namun, akan terasa berbeda saat saya menemukan teman maupun beberapa hal yang bisa membuat masalah saya lebih mudah untuk diselesaikan dan menjadi sesuatu yang lebih terasa 'berbeda'. It's all about color of your life.

Brown is Chocolate...
Menurut bahasa Inggris, setahu saya, Brown itu artinya coklat. Tentu, dalam arti warna. Namun, brown always related to chocolate. Yup. Sebatang coklat memiliki warna (brown) dan di dalamnya mengandung unsur coklat (chocolate). Hidup saya cukup terpengaruh karenanya. Terkadang, saya sering tidak menyadari kalau masalah yang saya hadapi (sebatahg coklat) itu ada dalam diri saya (chocolate) dan selalu berkaitan dengan hidup saya (berwarna brown). Itulah yang memotivasi saya untuk tak kalah dengan segala yang saya hadapi karena --kembali lagi-- itu juga merupakan bagian hidup saya dan memang ada pada diri saya. Kalau tidak, hidup takkan berwarna, kan? Remember! Brown is Chocolate, itu yang selalu saya tekankan pada diri saya.

It's Choco Time
Nah, kalau sudah berkutat dengan masalah, saya pasti akan melakukan ritual ini. Makan coklat, teman-teman. Sekedar info, coklat dapat membantu kita untuk mengontrol emosi kita. Saya membacanya di salah satu majalah anak yang pernah saya baca saat berumur 13 tahun. Selain itu,coklat dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. FYI, dopamine berdampak muncul perasaan senang dan perbaikan di hati. I Love it!. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga). Makanya, kalau jatuh cinta sambil makan coklat *eh, terbalik* maksudnya makan coklat di saat jatuh cinta. Wah, bisa dobel-dobel, tuh. Apalagi, dari survey Universitas harvard tahun 1916 - 1950, makan coklat bisa memperpanjang umur loh... Hehe. tapi, saya menyarankan untuk tidak memakan coklat terlalu banyak. Yang pasti bukan bertambah umur, malah diabetes akut. :p


You Say Chocolate, You Call My Name
Nah, sekedar perkenalan awal. Nama saya Karina. Panggil saja Nina. Saya senang makan coklat. Hobi mengoleksi baju berwarna coklat. memiliki kekasih berkulit coklat, dan tidak pernah meninggalkan setidaknya satu atribut berwarna coklat. Jadi, if you say chocolate, be careful, i'll take my way to you. hehe. Jadi, selamat menikmati postingan pertama saya. kapan-kapan saya lanjutkan kembali mengulas all about coklat. wassalam

Note from 'Choco'
Saat melihat deretan record chat saya. Saya menemukan kata-kata dari Choco yang tulisannya seperti ini "Menurutku, kalau cinta itu coklat, berarti cinta itu adalah kedekatan hati yang sangat bijaksana untuk nerima ketidaksempurnaan sifat manusia..." *seketika saya takjub dan terdiam. Hehe... Itu didapat dari teori warnanya saat dia kuliah desain. *sst, jangan bilang-bilang Choco kalau teori warna saya salah. Hehe.. Pembaca yng lain juga, ya. Selamat menikmati postingan pertama saya. *lupa kalau saya sudah menulisnya tadi*


n_n


2 comments:

  1. Nice post :D Karina gue follow yaa :D

    ReplyDelete
  2. Boleh-boleh.. Ul.. Thx.. jangan lupa baca post berikutnya ya...

    ReplyDelete